DASAR PLC EBOOK

adminComment(0)
    Contents:

Dasar-Dasar PLC. Programmable Logic Controller (PLC) adalah sebuah rangkaian elektronik yang dapat mengerjakan berbagai fungsi-fungsi. PLC (Programmable Logic Controler) merupakan sebuah kontroler yang dapat Beberapa keuntungan PLC dibandingkan dengan rangkaian konvensional: Lebih mudah dalam pengembangan di masa mendatang. .. EBOOK. Diunggah oleh. Rosyid Ridho. Modul Pelatihan jibticutepo.ml Diunggah oleh PLC dasar. Plc programming course1. Upcoming thank you for your ebook, i like. 2 years ago Reply Charlton Inao. Modul praktikum instruksi dasar.


Dasar Plc Ebook

Author:CORRINNE WESTERLUND
Language:English, German, French
Country:Somalia
Genre:Academic & Education
Pages:400
Published (Last):09.08.2016
ISBN:880-9-51962-847-6
ePub File Size:19.42 MB
PDF File Size:16.72 MB
Distribution:Free* [*Sign up for free]
Downloads:50207
Uploaded by: NOREEN

Save this Book to Read pemrograman plc siemens s7 tingkat dasartingkat dasar PDF eBook at our Online Library. Get pemrograman plc. Moderator's Note: We do not know if the books are pirated. Does anyone have any information on these eBooks? Also, many sites offering free. 4 hari yang lalu Belajar Html Css Book Free Download PDF at Our eBook Library. This Book have Logika Dasar Pemrograman PLC - Jago Otomasi. LOGIKA.

TBCD instruction: STA instruction: Type I: Though 16 outputs from the KV are required, program length can be decreased. Digit designation input 4th digit 3rd digit 2nd digit 1st digit 1 2 4 8 4th digit 3rd digit 2nd digit 1st digit BCD data of each digit to Each-digit designation to Data of 1st to 4th digits is indicated sequentially in a high speed cycle.

Programming Example The ladder program may vary depending on the KV model to be used. C C Counter count input: Though longer programming is required, only 8 outputs from the KV are required. Setting of multi-level output with VOL. High speed pulses from the encoder are entered to the high-speed counter of the KV.

Output signals are issuedrespectively to decrease winding speed, to stop winding and for overrunning alarm, the preset values the numberof pulses are previously input into the data memory of the KV. Preset the number of pulses of the high-speed counter to 3 levels using the CMPinstruction.

DM CMP When the number of pulses from the encoder exceeds the preset value for stop point in DM, output is sent through output relay DM CMP When the number of pulses from the encoder exceeds the preset value for overrunning point in DM, output is sent through output relay Tips CMP instruction 1. To obtain comparator output using the CMP instruction, create an expanded ladder diagram program.

This makes it easier to understand sequential processing flow. When or is used as compar ison condition: When the value in the internal register is smaller than the operand value, internal relay turns ON.

By applying this, program as , the desired condition value in the internal register oper and value can be set. To input 4-digit BCD data, 16 input terminals are normally required. With the HKEY instruction, however, only 4 inputs and 4 outputs are required.

Example of utility relay status: When the BCD data is C C Input to counter C is received through input Tips If the HKEY instruction is not used, the above programming example is written in ladder diagram notation as follows. You soon discover how simple programming can be using HKEY. This data is used as the preset value of the counter.

Cara Belajar PLC

Using the HKEY instruction shortens programming to only 3 lines. At this time, the ANDA instruction ignoresinput data from the operation switch or sensor. Tips 1. Referring to the above programming, specify the operand as follows to receive 1-digit data or 3-digit data. When inputs to cannot be used because the high-speed counter of the KV is used, receive 2-digit BCD data through inputs to and to Measurement of high-speed pulse VOL.

Using these pulses, thepulse period during engine rotation at high speed is measured. The rotation pulse period is obtained by counting the number of internal clock pulses emitted by the KV. To obtain the rotation pulse period, internal clock pulses example: Use the INT instruction for programming the first step operation. Rotation pulses are received by the KV through input , and the pulse period is measured using the Interruptinstruction. INT When an interrupt is executed, the current value of the high-speed counter is automatically transferred to the datamemory DM at the rising edge of the pulse received at input When this function is used, the clock pulse count equals the difference between the value of the high-speed coun-ter obtained at the rising edge of the first rotation pulse and that of the second rotation pulse.

Since the countable range of CTH1 is to in the above program example, measurable rotation pulse period is between approx. The countable ranges are as follows. Then, up to 56 minutes approx. When the CHT0 count exceeds 50 preset value , a direct clock pulse period: The rotation pulse period can be obtained by counting the number of direct clock pulses emitted between the rising edge of the first rotation pulse and that of the second. CTH0 Phase A: Input Phase B: ON, OFF, Tips To use bit high-speed counter The bit high-speed counter can be used to count the pulses from the encoder by setting the special utility relays.

It allows reliable counting of the pulses that cannot be counted with the bit high-speed counter. High-order bits of current CTH1 value By using the KV-D20 operator interface panel, you can display the current value of the bit high-speed counter in real time. Input Turning on the special utility relay starts the operation. Pulses are output from output The output frequency can be specified within the range of Hz to 50 kHz.

Description Performs deceleration at rising edge, then stops operation. Stops operation immediately when being reset in an interrupt program. The specified frequency pulse output VOL. Turning on input starts the operation. The operation is slowed down and stopped when input turns on.

The operation frequency is set in DM This function is convenientespecially for the applications above. When the specified frequency pulse output function is set, the pulses of thefrequency Hz specified in DM is produced from output Turning ON special utility relay starts thepulse output.

Turning OFF special utility relay stops the pulse output. Device used for specified frequency pulse output Special utility relays Relay No. Konv A jalan terus dan akan berhenti pada saat mendeteksi botol. Saat konv A berhenti maka valve V1 V6 akan membuka selama 5 detik. Saat V1 V6 menutup maka konv A akan jelan selama 10 detik untuk menjalankan botol meninggalkan konvA dan proses berjalan secara kontinyu.

Instruksi compare digunakan untuk membandingkan 2 nilai. Output keluaran sebuah instruksi compare akan On jika hasil perbandingan sesuai. Selanjutnya, susun ladder seperti berikut , download dan kemudian jalankan. Lakukan seperti yang telah dilakukan pada instruksi compare sebelumnya.

Bandingkan kedua metode compare tersebut, buat kesimpulan. Pergeseran dilakukan pada alamat Starting word hingga End word. Untuk melihat hasil eksekusi ladder di atas, lakukan: Buka memori pada window sebelah kiri Ubah displaynya menjadi binary Untuk menjalankannya, beri logika 1 pada alamat Buatlah program yang terdiri dari 4 buah lampu, dan 1 tombol start. Ketika tombol start ditekan, maka lampu akan menyala urut dari lampu ke 1 sampai lampu ke 4.

Buatlah program lampu lalu lintas dengan aturan nyala lampu sebagai berikut: Hasil penambahan diletakkan pada alamat R. Pada ladder di atas, pada saat alamat 0. Instruksi - digunakan untuk melakukan pengurangan pada alamat Mi dan Su. Hasil pengurangan diletakkan pada alamat R. Sedangkan sisa pembagiannya akan diletakkan pada alamat D3. Ketika tank low level, maka air masuk dulu selama A detik. Kemudian disusul gula selama B detik, dan yang terakhir kopi selama C detik.

Mixer mulai mengaduk pada saat gula masuk dan berakhir D detik setelah feeding kopi selesai. Dari latihan sebelumnya, coba gabungkan dan deskripsikan sendiri proses dari plant total berikut dan buat programnya.

Flag for inappropriate content.

Related titles. Jump to Page. Search inside document. Kontrol dan Mikroprosesor Tujuan Setelah mempelajari modul ini, diharapkan peserta mampu: Kontrol dan Mikroprosesor Dari beberapa memori tersebut hanya memori DM dan H yang nilainya masih tetap tersimpan walaupun power pada PLC dalam keadaan Off, sehingga DM dan H sering digunakan untuk menyimpan nilai setting.

Kontrol dan Mikroprosesor Contoh: Kontrol dan Mikroprosesor Omron memiliki beberapa auxilary relay yang bisa kita manfaatkan, antara lain: Kontrol dan Mikroprosesor Output Coil Output akan On atau Off mengikuti kondisi logika relay yang mendahuluinya Buat ladder seperti di bawah ini dan praktekkan secara nyata untuk menyalakan sebuah motor. Kontrol dan Mikroprosesor Tabel output 0.

Kontrol dan Mikroprosesor 0. Kontrol dan Mikroprosesor Jika salah satu peserta memencet tombol di depannya, maka lampu di depannya akan menyala, dan peserta yang lain tidak bisa lagi menyalakan lampu di depannya walaupun menekan tombol. Kontrol dan Mikroprosesor Latihan: Bila diode diberi reverse bias beda voltage-nya tergantung dari tegangan catu tegangan tersebut disebut tegangan terbalik.

Apabila diode silicon dialiri arus AC arus listrik dari PLN , maka yang mengalir hanya satu arah saja sehingga arus output diode berupa arus DC. Dioda dinyatakan dalam ukuran menurut kemampuan kuat arus yang mampu dilewatkan. Ukuran arus tersebyt merupakan nilai maksimal yang tidak boleh dilampaui, jika dilampaui maka diode akan rusak. Khusus bagi diode dengan kemampuan arus besar harus dilengkapi dengan plat pendingin,disamping harus diperhatikan pula batas tegangan kerja dan frekuensinya.

Macam- macam Dioda 1. Dioda Zener Dioda Zener adalah suatu diode yang mempunyai sifat bahwa tegangan terbaliknya sangat stabil, tegangan ini dinamakan teganganZener. DiodaZener dibuat agar arus dapat mengalir kea rah yang berlawanan jika tegangan yang diberikan melampaui tegangan Brakdown. Di atas tegangan zener, diode ini akan menghantarkan arus listrik ke dua arah.

Dioda ini biasanya digunakan sebagai Voltage Stabilizer. Ciri- ciri Dioda Zener: LED dapat mengeluarkan cahaya bila diberikan Forward Bias. Dioda jenis ini banyak digunakan sebagai indicator dan display. Bahan dasar yang digunakan untuk pembuatan LED adalah Galium Arsenida GaAs , yang dapat memancarkan cahaya dengan warna yang bermacam- macam. Ciri- cirri LED: Dioda ini mempunyai sifat yang berkebalikan dengan LED, yang akan menghasilkan arus listrik bila terkena cahaya. Besarnya arus listrik yang dihasilkan pun tergantung dari besarnya cahaya yang masuk Gambar2.

Dioda ini termasuk yang banyak dijual di pasaran. Dioda Bridge Tersusun atas diode silicon yang dirangkai menjadi suatu bridge dengan berbagai macam kapasitas. Ukuran diode bridge yang utama adalah Voltage dan Ampere maximumnya. Sistem Amerika Sistem pengkodean diode pada system inji yaitu dimana diode- diode ditandai dngan angka dan huruf 1N dan diikuti dengan nomer tipenya. Contoh 1N, dsb. Sistem Jepang Sistem ini hamper sama seperti system Amerika, tetapi disini ditandai dengan huruf 1S, dan diikuti dengan angka dan huruf lainnya.

Sistem Eropa Sistem Eropa ini berbeda dengan dua system yang sebelumnya, disini terdiri dari dua atau tiga huruf dan diikuti dengan nomer seri, dimana huruf pertama menunjukkan bahan dasar dari diode tersebut. Kapasitor memiliki satuan yang disebut Farad dari nama Michael Faraday. Karena kapasitor juga tidak dapat menguatkan, menyearahkan dan mengubah suatu energi ke bentuk lainnya sama seperti resistor, maka kapasitor juga termasuk komponen pasif elektronika.

Kapasitor juga sering disebut kondensator atau kapasitansi.

Lambang kondensator mempunyai kutub pada skema elektronika. Lambang kapasitor tidak mempunyai kutub pada skema elektronika. Kapasitansi dari kapasitor dapat ditentukan dengan rumus: Biasanya terdiri dari 4 digit, dimana 3 digit merupakan angka dan digit terakhir berupa huruf yang menyatakan toleransinya.

Electrolytic Capacitor Gambar 2. Kapasitor electrolytic dibangun menggunakan lapisan tipis oksida pada aluminium foil. Elektrolit digunakan untuk membuat kontak dengan lempeng lainnya. Kapasitor jenis ini memiliki perbedaan pada kedua sisinya, maka dalam pemasangan kita harus hati-hati jangan sampai terbalik karena akan mengakibatkan kerusakan bahkan meledak.

Tantalum Capacitor Gambar 2. Karakteristik temperatur dan frekuensi lebih bagus dari pada kapasitor elektrolitik dari bahan almunium dan kapasitor ini banyak digunakan untuk sistem dengan sinyal analog. Ceramic Capacitor Gambar 2.

Kapasitor keramik rentang nilai dari angka-angka serendah beberapa picofarads menjadi sekitar 0,1 microfarads. Biasanya kapasitor ini digunakan untuk rangkaian dengan frekuensi tinggi. Kapasitor ini tidak baik digunakan untuk rangkaian analog karena dapat mengubah bentuk sinyal.

Multilayer Ceramic Capacitor Gambar 2. Polyester Film Capacitor Gambar 2. Berkarakteristik suhu dan frekuensi yang lebih bagus dari semua kapasitor diatas.

Nilai kapasitansi dari komponen ini tidak akan berubah bila dirancang dengan sistem frekuensi yang melaluinya lebih kecil atau sama dengan KH z. Kapasitor Mika Gambar 2. Kapasitor ini memiliki kestabilan yang bagus karena temperatur koefisiennya rendah, dan memiliki frekuensi karakteristik ynga sangat bagus. Biasa digunakan dalam rangkaian resonansi, filter untuk frekuensi tinggidan rangkaian yang bertegangan tinggi. Polystyrene Film Capacitor Gambar 2. Sering digunakan dalam aplikasi berfrekuensi tinggi.

Karena konstruksinya sama dengan koil maka kapasitor ini baik untuk aplikasi pewaktu dan filter yang berfrekuensi beberapa ratus KHz. Kapasitor ini memiliki dua warna elektroda yaitu merah dari bahan tembaga dan abu-abu kertas aluminium. Biasanya mempunyai satuan Farad F. Kapasitor ini biasa digunakan untuk rangkaian power supply.

About pccontrol

Nilai kapasitansinya dapat diubah dengan cara memutar skrup yang ada di bagian atas. Dalam pemutaran harus menggunakan obeng khusus agar tidak timbul efek kapasitansi pada obeng dengan tangan. Tuning Capacitor Gambar 2. Jenis dielektriknya menggunakan udara, mengubah nilai kapasitansinya dengan memutar gagang yang ada pada badan kapasitor kekiri atau kekanan. Dimana resistor mempunyai fungsi sebagai penghambat arus, pembagi arus, dan pembagi tegangan.

Berdasarkan kelasnya resistor dibagi menjadi dua yaitu: Dan umumnya terbuat dari carbon film atau metal film, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk dibuat dari material lain. Ciri fisik dari resistor ini adalah bahan pembuat resistor terdapat ditengah-tengah dan pada pinggirnya terdapat 2 conducting metal, biasanya kemasan seperti ini disebut dengan axial. Ukuran fisik fixed resistor bermacam-macam, tergantung pada daya resistor yang dimilikinya.

Contoh gambar resistor: Didalam kemasan ini terdapat lebih dari 1 resistor yang biasanya disusun parallel dan mempunyai pusat yang dinamakan common. Untuk contoh dapat dilihat pada gambar berikut: Berikut ini akan dijelaskan sedikit tentang penggunaan resistor berdasarkan tipe atau jenisnya: Sehingga sangat cocok digunakan untuk aplikasi DC yang membutuhkan keakuratan yang sangat tinggi.

Tetapi jangan menggunakan jenis ini untuk aplikasi rf radio frequency sebab mempunyai Q resonant frequency yang rendah. Komponen ini biasanya digunakan sebagai standart di dalam verifikasi keakuratan dari suatu alat ukur resistive. Komponen ini dapat membatasi daya yang besar dibandingkan dengan resistor yang lain. Karena panas yang ditimbulkan cukup besar biasanya resistor ini dilapisi oleh bahan seperti ceramic tube, ceramic rods, anodized aluminium, fiberglass mandels, dll.

Contoh dari power Wirewond resistor: Resistor ini didsesain sedemikian rupa sehingga bila ada arus yang sangat besar melaluinya maka hambatannya menjadi tidak terhingga. Pada kondisi normal suhu dari resistor ini akan panas ketika ada arus yang melaluinya.

Contoh dari fuse resistor: Selain itu resistor juga memiliki koefisien tegangan, dimana nilai hambatannya akan berubah ketika diberi tegangan. Semakin besar tegangan maka semakin besar perubahannya. Voltage rating dari resistor carbon composition ditentukan berdasarkan ukuran fisik, nilai, dan dayanya. Frekuensi respon dari resistor ini jauh lebih bagus dibandingkan dengan wirewound dan lebih bagus lagi dibandingkan dengan carbon composition.

Dimana wirewound akan menjadi suatu induktansi ketika frekuensinya rendah dan akan menjadi kapasitansi apabila frekuensinya tinggi. Dan untuk carbon composition hanya menjadi kapasitansi apabila dilalui frekuensi tinggi dan frekuensi rendah. Gambar carbon film resistor: Karena resistor ini lebih akurat, tidak mempunyai voltae coefisient, noise dan temperature coefisient yang lebih rendah.

Tetapi resistor ini tidak sebagus jenis resistor precision wirewound. Bahan dasar pembuatan dari resistor ini adalah metal dan keramik, bahan ini mirip seperti yang digunakan untuk membentuk carbon film resistor. Kelebihan utama dibandingkan dengan metal film adalah tingkat kestabilannya yang lebih tinggi, TCR paling kecil, dan frekuensi respon tinggi. Selain kelebihan terdapat pula kelemahan yaitu nilai maksimum dari resistor ini lebih kecil dari nilai resistor metal film.

Resistor ini biasanya dipakai didalam stain gauge, nilai strain dapat diukur berdasarkan perubahan nilai resistansinya. Ketika digunakan sebagai strain gauge, foil- nya dipasang disuatu substrate fleksibel sehingga dapat dipasang didaerah tempat pengukuran strain dilakukan.

Tetapi karakteristik dayanya lebih tinggi. Power film resistor mempuyai nilai yang lebih tinggi dan respon frekuensinya yang lebih baik dibandingkan power wirewould resistor. Resistor ini banyak digunakan untuk aplikasi power karena membutuhkan frekuensi respon yang baik, daya yang tinggi dan nilai yang lebih besar daripada power wirewould resistor. Biasanya komponen ini memiliki toleransi yang cukup besar. Untuk tipe pertama dinamakan variable resistor dan nilainya dapat diubah sesuai keinginan dengan mudah dan sering digunakan untuk pengaturan volume, bass, balance, dll.

Sedangkan yang kedua adalah semi-fixed resistor. Nilai dari resistor ini biasanya hanya diubah pada kondisi tertentu saja.

Contoh penggunaan dari semi-fixed resistor adlah tegangan referensi yang digunakan untuk ADC, fine tune circuit, dll. Pengubahan nilai dengan cara memutar biasanya terbatas sampai derajat putaran. Ada beberapa model variable resistor yang harus diputar berkali-kali untuk mendapatkan semua nilai resistor.

Banyak sekali tipe dari komponen ini tergantung pada sensitivitas cahaya, ukuran, nilai hambatan, dll. CDS ini mempunyai diameter 8 mm, tinggi 4 mm, dengan bentuk silinder.

Ada tiga tipe termistor antara lain: Untuk resistor dengan 4 warna gelang, 2 pertama adalah nilainya yang ketiga adalah factor 10ndan yang keempat adalah toleransinya. Untuk perhitungan nilai resistor dengan jumlah gelang 5 dan 6 hampir sama dengan perhitungan nilai resistor pada 4 gelang. Bedanya hanya pada factor 10 n, dimana untuk jumlah gelang 5 dan 6 terletak pada gelang nomor 4 dan 5. Untuk gelang ke 6 merupakan nilai koefisien suhu dari resistor.

E12 dan E Batas daerah nilai untuk kode E12 ada 12 yaitu: Pada umumnya transistor digunakan sebagai penguat amplifier dan transistor juga dapat berfungsi sebagai sakelar.

Komponen ini boleh dikata termasuk komponen yang susunannya sederhana bila dibandingkan dengan Integrated Circuit. Transistor berasal dari kata transfer resistor.

Penamaan ini berdasarkan pada prinsip kerjanya yakni mentransfer atau memindahkan arus. Cara kerja BJT dapat dibayangkan sebagai dua dioda yang terminal positif atau negatifnya berdempet, sehingga ada tiga terminal. Perubahan arus listrik dalam jumlah kecil pada terminal basis dapat menghasilkan perubahan arus listrik dalam jumlah besar pada terminal kolektor. Prinsip inilah yang mendasari penggunaan transistor sebagai penguat elektronik.

P-Channel, Kanan: N-Channel FET dibagi menjadi dua keluarga: Secara fungsinya, ini membuat N-channel JFET menjadi sebuah versi solid-state dari tabung vakum, yang juga membentuk sebuah dioda antara grid dan katode. Dan juga, keduanya JFET dan tabung vakum bekerja di "depletion mode", keduanya memiliki impedansi input tinggi, dan keduanya menghantarkan arus listrik dibawah kontrol tegangan input. FET lebih jauh lagi dibagi menjadi tipe enhancement mode dan depletion mode.

Mode menandakan polaritas dari tegangan gate dibandingkan dengan source saat FET menghantarkan listrik. Jika kita ambil N-channel FET sebagai contoh: Untuk kedua mode, jika tegangan gate dibuat lebih positif, aliran arus di antara source dan drain akan meningkat.

Untuk P- channel FET, polaritas-polaritas semua dibalik. Basis B , collector C , dan Emitor E. Tiga material yang umum digunakan sebagai bahan baku pembuat transistor adalah: Germanium sudah jarangf digunakan , Silikon banyak digunakan , dan Gallium.

Agar transistor dapat bekerja, kepada kaki-kakinya harus diberikan tegangan, tegangan ini dinamakan bias voltage. Basis emitor diberikan forward voltage, sedangkan basis kolektor diberikan reverse voltage. Sifat transisitoradalah bahwa antara kolektor dan emitor akan ada arus transistor akan menghantar bila ada arus basis. Makin besar arus basis makin besar penghatarannya. Suatu arus listrik yang kecil pada basis akan menimbulkan arus yang jauh yang lebih besar diantara kolektor dan emitornya, maka dari itu transistor digunakan untuk memperkuat arus.

Pada transistor jenis NPN tegangan basis dan kolektornya positif terhadap emitor, sedangkan pada transistor PNP tegangan basis dankolektornya negatif terhadap tegangan emitor. Transistor dapat dipergunakan antara lain untuk: Sebagai penguat arus, tegangan dan daya AC dan DC 2. Sebagai penyearah 3.

Sebagai mixer 4. Sebagai osilator 5. Sebagai switch Kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada transistor: Adanya pemutusan hubungan dari rangkaian elektronik. Terjadi kebocoran diantara elektrode-elektrode transistor. Penyebab terjadinya kerusakan pada sebuah transistor: Penanganan yang tidak tepat saat pemasangan pada rangkaian. Transistor terlalu panas karena suhunya melebihi batas maksimal kemempuannya. Kesalahan pengukuran. Pemasangan yang salah pada rangkaian.

Seringkali Induktor disebut sebagai induktansi, lilitan, kumparan atau belitan. Pada inductor mempunyai sifat yaitu dapat menyimpan energy dalam bentuk medan magnet. Satuan dari inductor sendiri adalah Henry H.

You might also like: LEI 8078 COMENTADA EBOOK

Gambar 2 47 Induktor Gambar 2. Jika ada N Lilitan, maka total fluks adalah: Sehingga inductor bertindak sebagai rangkaian hubungan singkat short circuit. Tetapi bagi arus AC inductor bersifat menghambat.

IC adalah komponen yang dipakai sebagai otak peralatan elektronika. Dalam sebuah mikroprosesor Intel Pentium 4 dengan ferkuensi 1,8 trilyun getaran per detik terdapat 16 juta transistor, belum termasuk komponen lain. Fabrikasi yang dipakai oleh mikroprosesor adalah 60nm.

Komponen atau elemen tersebut dapat berupa diode, transistor, resistor, kapasitor dan lain-lainya terdifinisi di atas wafer silikon atau bahan semikonduktor yang lain. Setelah melalui proses pabrikasi yang kompleks akhirnya IC digunakan dalam rangkaian dalam bentuk yang terbungkus rapi dan mudah untuk digunakan.

Pada IC monolitik semua komponen tersebut dibuat dalam waktu yang bersamaan termasuk interkoneksi antar komponen. Monolitik, Kanan: Secara praktis masing-masing komponen dapat diproduksi secara terpisah diskrit kemudian dirangkaikan dengan menghubungkannya dengan kawat logam.

Konsep dasar ini tetap digunakan dalam sistem elektronika-mikro seperti telah direalisasi dalam bentuk IC. Perbedaannya adalah bahwa semua komponen dan interkoneksi antar komponen dibuat dalan satu permukaan substrat. Termasuk elemen pasif dalam elektronika adalah resistor, kapasitor dan induktor. Masing-masing komponen memiliki kemampuan sesuai dengan fungsinya yang masing-masing diukur sebagai resintansi, kapasitansi dan induktansi.

Dalam bentuk diskrit resistor terbuat dari karbon atau bahan lain yang bukan penghantar yang baik. Dalam elektronik-mikro resistor merupakan lapisan tipis suatu tipe semikonduktor dikelilingi oleh semikonduktor tipe lain. Kapasitor diskrit terbuat dari dua keping konduktor yang dipisahkan oleh bahan isolator. Pada elektronika-mikro kapasitor dibuat pada permukaan kristal semikonduktor dilapisi isolator tipis kemudian di atasnya dibuat lapisan logam.

Induktor diskrit dibuat dari kumparan kawat dan di dalamnya kadang-kadang diisi dengan bahan feromagnetik. Belum ada induktor yang baik pada elektronika-mikro. Skema komponen pasif diskrit dan pada elektronika-mikro disertai dengan simbul dan isyarat arus sebagai respon dari tegangan yang diberikan.

Tegangan masukan bolak-balik yang membentangi primer menimbulkan fluks magnet yang idealnya semua bersambung dengan lilitan sekunder. Fluks bolak-balik ini menginduksikan GGL dalam lilitan sekunder. Jika efisiensi sempurna, semua daya pada lilitan primer akan dilimpahkan ke lilitan sekunder.

Rumus untuk GGL induksi yang terjadi di lilitan sekunder: Karena kedua kumparan dihubungkan dengan fluks yang sama, maka dimana dengan menyusun ulang persamaan akan didapat sedemikian hingga.

Dengan kata lain, hubungan antara tegangan primer dengan tegangan sekunder ditentukan oleh perbandingan jumlah lilitan primer dengan lilitan sekunder. Kerugian dalam lilitan tembaga yang disebabkan oleh resistansi tembaga dan arus listrik yang mengalirinya. Kerugian kopling. Kerugian yang terjadi karena kopling primer-sekunder tidak sempurna, sehingga tidak semua fluks magnet yang diinduksikan primer memotong lilitan sekunder. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggulung lilitan secara berlapis-lapis antara primer dan sekunder.

Kerugian kapasitas liar. Kerugian yang disebabkan oleh kapasitas liar yang terdapat pada lilitan-lilitan transformator. Kerugian ini sangat memengaruhi efisiensi transformator untuk frekuensi tinggi. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggulung lilitan primer dan sekunder secara semi-acak bank winding 4.

Kerugian histeresis.

Kerugian yang terjadi ketika arus primer AC berbalik arah. Disebabkan karena inti transformator tidak dapat mengubah arah fluks magnetnya dengan seketika. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggunakan material inti reluktansi rendah. Kerugian efek kulit. Sebagaimana konduktor lain yang dialiri arus bolak-balik, arus cenderung untuk mengalir pada permukaan konduktor.

Hal ini memperbesar kerugian kapasitas dan juga menambah resistansi relatif lilitan. Kerugian ini dapat dikurang dengan menggunakan kawat Litz, yaitu kawat yang terdiri dari beberapa kawat kecil yang saling terisolasi. Untuk frekuensi radio digunakan kawat geronggong atau lembaran tipis tembaga sebagai ganti kawat biasa.

Kerugian arus eddy arus olak. Kerugian yang disebabkan oleh GGL masukan yang menimbulkan arus dalam inti magnet yang melawan perubahan fluks magnet yang membangkitkan GGL. Karena adanya fluks magnet yang berubah-ubah, terjadi olakan fluks magnet pada material inti. Kerugian ini berkurang kalau digunakan inti berlapis-lapisan. Transformator ini biasa ditemui pada pembangkit tenaga listrik sebagai penaik tegangan yang dihasilkan generator menjadi tegangan tinggi yang digunakan dalam transmisi jarak jauh.

Transformator jenis ini sangat mudah ditemui, terutama dalam adaptor AC-DC. Dalam transformator ini, sebagian lilitan primer juga merupakan lilitan sekunder.

Fasa arus dalam lilitan sekunder selalu berlawanan dengan arus primer, sehingga untuk tarif daya yang sama lilitan sekunder bisa dibuat dengan kawat yang lebih tipis dibandingkan transformator biasa. Keuntungan dari autotransformator adalah ukuran fisiknya yang kecil dan kerugian yang lebih rendah daripada jenis dua lilitan. Tetapi transformator jenis ini tidak dapat memberikan isolasi secara listrik antara lilitan primer dengan lilitan sekunder. Selain itu, autotransformator tidak dapat digunakan sebagai penaik tegangan lebih dari beberapa kali lipat biasanya tidak lebih dari 1,5 kali.

Tetapi pada beberapa desain, gulungan sekunder dibuat sedikit lebih banyak untuk mengkompensasi kerugian. Transformator seperti ini berfungsi sebagai isolasi antara dua kalang. Untuk penerapan audio, transformator jenis ini telah banyak digantikan oleh kopling kapasitor. Transformator jenis ini menggunakan material inti yang cepat jenuh sehingga setelah arus primer mencapai titik tertentu, fluks magnet berhenti berubah.

Karena GGL induksi pada lilitan sekunder hanya terbentuk jika terjadi perubahan fluks magnet, transformator hanya memberikan keluaran saat inti tidak jenuh, yaitu saat arus pada lilitan primer berbalik arah. Secara umum, sinyal didefinisikan sebagai suatu besaran fisis yang merupakan fungsi waktu, ruangan atau beberapa variabel. Sinyal adalah awalnya dalam bentuk analog tegangan atau arus listrik, misalnya yang dihasilkan oleh mikrofon atau beberapa jenis transduser.

Dalam beberapa situasi, seperti output dari sistem pembacaan CD compact disc player, data yang sudah dalam bentuk digital. Tegangan listrik analog sinyal, misalnya, dapat didigitalkan menggunakan sirkuit elektronik yang disebut analog-ke-digital converter atau ADC Analog Digital Converter. Ini menghasilkan keluaran digital sebagai aliran bilangan biner nilai-nilai yang mewakili tegangan listrik ke perangkat input pada setiap sampling instan.

Sinyal umumnya harus diproses dalam berbagai cara. Elektroda menempel pada dada pasien ketika EKG diambil mengukur perubahan tegangan listrik kecil karena aktivitas jantung dan otot-otot lain. Pengolahan sinyal menggunakan rangkaian penyaring dapat menghapus atau setidaknya mengurangi bagian yang tidak diinginkan dari sinyal. Semakin dewasa ini, yang menyaring sinyal untuk meningkatkan kualitas sinyal atau untuk mengekstrak informasi penting yang dilakukan oleh DSP teknik bukan oleh analog elektronik.

Sinyal diproses sehingga mengandung informasi yang mereka dapat ditampilkan, dianalisis, atau dikonversikan ke sinyal jenis lain yang mungkin digunakan. Dalam dunia nyata, produk mendeteksi sinyal analog seperti suara, cahaya, suhu atau tekanan dan memanipulasi mereka. Dari sini, para DSP mengambil alih oleh menangkap informasi digital dan memprosesnya. Kemudian memberi makan informasi digital kembali untuk digunakan di dunia nyata.

Hal ini dalam salah satu dari dua cara, baik digital atau dalam format analog dengan pergi melalui Digital-to-Analog converter. Semua ini terjadi pada kecepatan yang sangat tinggi. Sinyal waktu kontinyu continous-time signal 2. Sinyal waktu diskrit discrete-time signal Pada sinyal kontinyu, variable independent yang berdiri sendiri terjadi terus- menerus dan kemudian sinyal dinyatakan sebagai sebuah kesatuan nilai dari variable independent.

Sebaliknya, sinyal diskrit hanya menyatakan waktu diskrit dan mengakibatkan variabel independent hanya merupakan himpunan nilai diskrit. Untuk membedakan antara sinyal waktu kontinyu dengan sinyak waktu diskrit kita menggunakan symbol t untuk menyatakan variable kontinyu dan symbol n untuk menyatakan variable diskrit. Sebagai contoh sinyal waktu kontinyu dinyatakan dengan fungsi x t dan sinyal waktu diskrit dinyatakan dengan fungsi x n.

Sinyal waktu diskrit hanya menyatakan nilai integral dari variable independent. Proses ini mengubah representasi sinyal yang tadinya berupa sinyal kontinyu menjadi sinyal diskrete.

Pencuplikan dilakukan setiap satu satuan waktu yang lazim disebut sebagai waktu cuplik sampling time. Bagian quantiser akan merubah menjadi beberapa level nilai, pembagian level nilai ini bisa secara uniform ataupun secara non-uniform misal pada Gaussian quantiser.

Unjuk kerja dari suatu ADC bergantung pada beberapa parameter, parameter utama yang menjadi pertimbangan adalah sebagai berikut: Gambar 3. Dalam representasi yang baru inilah sinyal diolah. Keuntungan dari metoda ini adalah pengolahan menjadi mudah dan dapat memanfaatkan program sebagai pengolahnya. Dalam proses sampling ini diasumsikan kita menggunakan waktu cuplik yang sama dan konstan, yaitu Ts.

Parameter cuplik ini menentukan dari frekuensi harmonis tertinggi dari sinyal yang masih dapat ditangkap oleh proses cuplik ini. Frekuensi sampling minimal adalah 2 kali dari frekuensi harmonis dari sinyal. Untuk mengurangi kesalahan cuplik maka lazimnya digunakan filter anti- aliasing sebelum dilakukan proses pencuplikan.

Sebagai ilustrasi, proses pencuplikan suatu sinyal digambarkan pada gambar berikut ini. Secara garis besar, blok diagram dari suatu pengolahan sinyal digital adalah sebagai berikut: Chip-chip DSP ini memiliki arsitektur khusus yang lazim dikenal dengan arsitektur Harvard, yang memisahkan antara jalur data dan jalur kode. Arsitektur ini memberikan keuntungan yaitu adanya kemampuan untuk mengolah perhitungan matematis dengan cepat, misal dalam satu siklus dapat melakukan suatu perkalian matrix.

Untuk chip-chip DSP, instruksi yang digunakan berbeda pula. Lazimnya mereka memiliki suatu instruksi yang sangat membantu dalam perhitungan matrix, yaitu perkalian dan penjumlahan dilakukan dalam siklus bandingkan dengan , proses penjumlahan saja dilakukan lebih dari 1 siklus mesin. Sinyal digital merupakan hasil teknologi yang dapat mengubah signal menjadi kombinasi urutan bilangan 0 dan 1 juga dengan biner , sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau, proses informasinya pun mudah, cepat dan akurat, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat.

Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan sinyal diskret. Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini biasa disebut dengan bit. Bit merupakan istilah khas pada sinyal digital.

Sebuah bit dapat berupa nol 0 atau satu 1. Signal digital ini memiliki berbagai keistimewaan yang unik yang tidak dapat ditemukan pada teknologi analog yaitu: Sinyal Analog yang telah difilter membuang frekuensi tinggi dari source signal dengan menggunakan Band Limiting Filter.

Mengambil sample pada interval waktu tertentu sampling sehingga dihasilkan sinyal waktu diskrit. Menyimpang amplitudo sample dan mengubahnya kedalam bentuk diskrit kuantisasi 4. Merubah bentuk menjadi nilai biner sinyal digital. Saat ini pengolahan sinyal banyak dilakukan secara digital, karena kelebihannya antara lain: Kualitas suara lebih jernih, selain lebih jelas signal digital memiliki sedikit kesalahan 2.

Kecepatan lebih tinggi 3. Lebih sedikit kesalahan 4. Sedangkan media penyimpanan sinyal analog adalah pita tape magnetik.

[eBook] PLC Beginner Guide (OMRON CPM1A)

Sinyal digital inilah yang bisa dibaca oleh perangkat digital kita mikrokontroler,komputer. Agar sinyal analog dapat diolah oleh komputer, maka harus dirubah dulu menjadi sinyal digital. Pemrosesan sinyal digital dan sinyal analog pengolahan adalah sub bidang dari pemrosesan sinyal. DSP meliputi subbidang seperti: Sering kali, sinyal keluaran yang diperlukan adalah sinyal keluaran analog lain, yang memerlukan digital-to-analog converter DAC.

Bahkan jika proses ini lebih kompleks daripada analog pengolahan dan memiliki rentang nilai diskrit, stabilitas pemrosesan sinyal digital berkat deteksi dan koreksi kesalahan dan menjadi lebih rentan terhadap kebisingan menjadikannya menguntungkan atas pemrosesan sinyal analog bagi banyak orang, walaupun tidak semua, aplikasi. DSP algoritma telah lama dijalankan pada komputer standar, pada prosesor khusus yang disebut prosesor sinyal digital, atau tujuan-dibangun pada perangkat keras seperti aplikasi-spesifik sirkuit terpadu Asics.

Pertama, suatu sistem digital terprogram memiliki fleksibilitas dalam merancang-ulang operasi-operasi pemrosesan sinyal digital hanya dengan melakukan perubahan pada program yang bersangkutan, sedangkan proses merancang-ulang pada sistem analog biasanya melibatkan rancang-ulang perangkat keras, uji coba dan verifikasi agar dapat bekerja seperti yang diharapkan.

Masalah ketelitian atau akurasi juga memainkan peranan yang penting dalam menentukan bentuk dari pengolah sinyal. Pemrosesan sinyal digital menawarkan pengendalian akurasi yang lebih baik. Faktor toleransi yang terdapat pada komponen-komponen rangkaian analog menimbulkan kesulitan bagi perancang dalam melakukan pengendalian akurasi pada sistem pemrosesan sinyal analog.

Di lain pihak, sistem digital menawarkan pengendalian akurasi yang lebih baik. Sinyal-sinyal digital dapat disimpan pada media magnetik berupa tape atau disk tanpa mengalami pelemahan atau distorsi data sinyal yang bersangkutan.

Dengan demikian sinyal tersebut dapat dipindah pindahkan serta diproses secara offline di laboratorium. Metode-metode pemrosesan sinyal digital juga membolehkan implementasi algoritma-algoritma pemrosesan sinyal yang lebih canggih. Umumnya sinyal dalam bentuk analog sulit untuk diproses secara matematik dengan akurasi yang tinggi.

Implementasi digital sistem pemrosesan sinyal lebih murah dibandingkan secara analog. Hal ini disebabkan karena perangkat keras digital lebih murah, atau mungkin karena implementasi digital memiliki fleksibilitas untuk dimodifikasi. Misalnya, aplikasi pengolahan suara pada kanal telepon, pemrosesan citra serta transmisinya, dalam bidang seismologi dan geofisika, eksplorasi minyak, deteksi ledakan nuklir, pemrosesan sinyal yang diterima dari luar angkasa, dan lain sebagainya.

Sinyal analog bekerja dengan mentransmisikan suara dan gambar dalam bentuk gelombang kontinu continous varying. Isyarat analog biasanya dinyatakan dengan gelombang sinus, mengingat gelombang sinus merupakan dasar untuk semua bentuk isyarat analog. Hal ini didasarkan kenyataan bahwa berdasarkan analisis fourier, suatu sinyal analog dapat diperoleh dari perpaduan sejumlah gelombang sinus.

Dengan menggunakan sinyal analog, maka jangkauan transmisi data dapat mencapai jarak yang jauh, tetapi sinyal ini mudah terpengaruh oleh noise. Gelombang pada sinyal analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variable dasar, yaitu: Salah satu contoh sinyal analog yang paling mudah adalah suara.

Contoh Sinyal Analog yang lainnyklll seperti: Sinyal Elektrik yang dihasilkan oleh peralatan elektrik non-digital sinyal suara pada radio konvensional, sinyal gambar foto pada kamera konvensional, sinyal video pada televisi konvensional: Suara manusia berupa sinyal analog dengan amplitudo yang berubah secara kontinyu terhadap waktu sinyal akustik yang ditangkap oleh mikrofon Mic diubah kedalam bentuk sinyal listrik, karena fungsi dari mikrofon sendiri merupakan transduser dari sinyal akustik menjadi sinyal listrik.

Kerugian pada sinyal sistem analog Pengiriman signal analog dapat dianalogikan mengirim air lewat pipa. Aliran pipa kehilangan tenaganya saat disalurkan melalui sebuah pipa. Semakin jauh pipa semakin banyak tenaga yang berkurang dan aliran semakin menjadi lemah.

Demikian pula signal analog akan menjadi lemah setelah melewati jarak yang jauh. Kabel listrik, petir dan mesin-mesin listrik semua menginjeksikan noise dalam bentuk elektrik pada signal analog. Untuk mengatasi kelemahan tersebut maka diperlukan alat penguat signal yang disebut amplifier. Selain itu sistem ini mudah digabungkan dengan metoda pengaturan yang lain seperti Fuzzy dan Robust. Masing-masing memiliki parameter tertentu yang harus diset untuk dapat beroperasi dengan baik, yang disebut sebagai konstanta.

Setiap jenis, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, hal ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 3. Tabel di atas hanya dipergunakan sebagai pedoman jika akan melakukan perubahan konstanta. Sehingga perancang harus mencoba kombinasi pengatur beserta konstantanya untuk mendapatkan hasil terbaik yang paling sederhana. Metode Konvensional Desain sebuah sistem kontrol, dimulai dengan membuat blok diagram sistem.

Blok diagram yang berisi transfer function tersebut selanjutnya akan dianalisa dengan menggunakan aksi pengontrolan yang berbeda. Dengan perubahan sinyal input sehingga perancang dapat melihat respon sistem jika mendapat input sinyal tertentu.

Kombinasi antara sinyal input dan jenis aksi pengontrolan ini akan menghasilkan respon yang berbeda-beda. Dahulu untuk melihat respon suatu sistem dengan berbagai macam kombinasi sinyal input dan aksi pengontrolan merupakan hal yang sulit dan membosankan.

Adapun prosedur yang harus dilalui adalah sebagai berikut [2]: Mendapatkan transfer function sistem dalam s-domain dengan Laplace Transform.

Menentukan jenis aksi pengontrolan beserta dengan konstantanya. Menggabungkan transfer function yang sudah didapatkan dengan jenis aksi pengontrolan. Menentukan sinyal input yang akan dimasukkan biasanya fungsi step, fungsi ramp dan pulse dan menggabungannya ke dalam transfer function yang baru.

Melakukan perhitungan invers Laplace Transform untuk mendapatkan fungsi dalam t-domain. Menggambar respon berdasarkan fungsi dalam t-domain. Untuk melakukan langkah-langkah di atas diperlukan ketelitian yang tinggi dan hasil penggambarannya sering kali kurang tidak akurat.

Selain itu, jika perancang ingin mengamati respon sistem terhadap sinyal input yang lain, maka proses-proses tersebut sebagian besar akan diulang kembali. Hal ini bertambah kompleks jika perubahan yang dilakukan tidak terbatas pada sinyal input, tetapi juga pada jenis aksi pengontrolannya. Sehingga untuk mendapatkan respon dari berbagai macam kombinasi, membutuhkan waktu yang relatif lama.

Selain itu, perancang juga melakukan proses perhitungan yang rumit dan membosankan.

Mulai dari software untuk pemrograman sistem, sampai dengan software untuk proses simulasinya. Salah satu software yang dapat dipergunakan untuk simulasi tersebut adalah MatLab dari Mathworks, Inc. Software ini dilengkapi dengan berbagai toolbox yang memudahkan pemakai untuk melakukan perhitungan-perhitungan tertentu. Bahkan saat ini sudah dikembangkan toolbox khusus untuk simulasi yang diberi nama Simulink.

Toolbox ini sudah dilengkapi dengan berbagai macam fungsi pendukung yang dipergunakan dalam analisa sistem kontrol. Beberapa fungsi pendukung yang sering dipergunakan untuk menganalisa suatu sistem adalah: Untuk menganalisa suatu sistem, software hanya memerlukan masukan berupa transfer function yang ditulis dalam Laplace Transform dalam s-domain atau matriks.

Untuk selanjutnya, pemakai tinggal memilih analisa yang akan dipergunakan. Tulisan ini akan membahas penggunaannya secara khusus untuk merancang PID Controller pada suatu sistem. Sebagai contoh, suatu sistem kontrol memiliki transfer function sebagai berikut:Teknik Pemrograman pada PLC. Tipe lain dari tacho generator AC adalah tipe induksi, rotor dibuat bergerigi, stator berupa gulungan kawat berinti besi.

More From Jamal Udin. Fabrikasi yang dipakai oleh mikroprosesor adalah 60nm. Penguatan dan frekuensinya mudah diatur, selama op-amp masih memberikan penguatan dan sinyal input tidak sekaku seperti pada filter pasif. Untuk link-tegangan DC, kopling listrik dapat diterapkan oleh jembatan dioda. Potensiometer wire wound adalah potensiometer yang menggunakan kawat halus yang dililit pada batang metal.

Step progress of material handling machineVOL. Description DM Preset value for specified frequency pulse output is written. Ada bermacam cara untuk melakukan konversi tersebut, antara lain dengan menggunakan counter, ramp kapasitor dan SAR.